Harlan Penembak Bayaran
Foto: Andre Kubil

“Penembak Bayaran” Adalah Harlan yang Gelap

Sebuah wawancara dengan Harlan mengenai album terbarunya, "Penembak Bayaran".

Ketika mendengarkan album Harlan yang Penembak Bayaran (Chatysri Records: 2021) saya kaget. Dia berbeda dari album ganda Fidelitas Cinta dan Bersambung, meski semuanya dibuat pada masa pagebluk.

Jika Fidelitas Cinta dan Bersambung adalah gambaran situasi dari kegamangan dan perasaan sepi, Penembak Bayaran adalah unit tersendiri dari Harlan yang lebih gelap, terdengar sedikit depresi dengan lirik-lirik khas Harlan.

Harlan Penembak Bayaran
Artwork Penembak Bayaran: Batman

Kalau divisualkan, album ini seperti film beralur lambat di mana tokoh utamanya adalah orang biasa yang tinggal di kota kecil yang sepi, kota yang cenderung tak ada geliat. Karakter itu bisa jadi seorang perempuan bisa jadi seorang laki-laki, dia pun bisa jadi seorang remaja dan bisa jadi seorang dewasa, tetapi yang pasti karakter itu punya konflik kebatinan yang berlapis.

Saya pun melakukan obrolan dengan Harlan mengenai album itu, berbeda waktu sekitar lima jam, kami bertemu di ruang virtual.

 

Aubrey: Assalamualaikum Wr.Wb. selamat siang Waktu Indonesia Barat. Apa kabar, di Leiden pukul berapa nih?

Harlan: Waalaikumsalam Wr.Wb. Alhamdulillah kabar baik. Di Leiden pukul 08.09.

Aubrey: Sebelumnya mas ngeluarin album ganda Fidelitas Cinta dan album Bersambung yang masih satu rangkaian. Apa Penembak Bayaran juga satu rangkaian dengan ketiga album itu?

Harlan: Secara merespons pandemi, gue pikir iya. Tapi bukan dilihat dari cara merekam albumnya, karena Penembak Bayaran direkam di studio, bukan direkam pakai hp di rumah seperti Fidelitas Cinta dan Bersambung.

Aubrey: Lalu bentuk responsnya apa mas?

Harlan: Desain aktivitas berganti. Sebelum pandemi, gue terpikir untuk manggung-manggung baik solo maupun bersama Dam Dam Pop!, serta terpikir rilis buku puisi dan tur promosinya juga. Ketika ada pandemi, banyak di rumah, dan suasanya sangat berbeda buat gue.

Aubrey: Kalau isi album, berbeda ya dengan tiga album sebelumnya? Kalau Fidelitas Cinta dan Bersambung kan lebih merekam keadaan ketika kita enggak bisa bertemu orang dan juga rasa kesepian. Tapi sepertinya Penembak Bayaran berbicara hal lain. Apa begitu?

Harlan: Kalau lo ngerasanya album ini gimana, Brey? Soalnya gue sebagai musisinya gak merumuskan album ini akan bicara tentang apa. Ya, bikin aja. Fidelitas Cinta dan Bersambung pun begitu. Bikin aja. Setelah jadi, baru terasa, oh, ya, banyak tentang sulit bertemu dan kesepian.

Aubrey: Menurutku ini entitas yang berbeda dari tiga album sebelumnya, dan terasa lebih gelap, sedikit depresi, tidak senyeleneh sebelumnya. Meski kalau aku baca dari rilis yang beredar proses kreatifnya masih sama seperti album-album sebelumnya. Spontanitas.

Harlan: Ya ya… Beda ya.

Harlan Penembak Bayaran
Harlan, foto: Andre Kubil

Aubrey: Apa setelah albumnya selesai mas sendiri merasakan perbedaannya? Atau merasa, ya ini memang Harlan?

Harlan: Terasa beda. Tapi bukan berarti bukan gue gitu.  Menurut gue, dari era Sakit Generik sampai Penembak Bayaran itu sama dan beda. Gue kayaknya gak terlalu banyak berubah, tapi memang berubah. Istilahnya beda gak sampai pangling gitu sama diri gue sendiri.

Aubrey: Ya itu benar sih. Menurutku setiap album Harlan itu menggambarkan fase hidup Harlan. Dia punya perbedaan yang bisa jadi tipis tapi itu juga menggambarkan bahwa Harlan mengalami perubahan.

Harlan: Iya… Ini bisa banget.

Aubrey: Oiya album ini selain agak gelap, perbedaan dari album lainnya judul lagunya panjang-panjang ya mas, bentuk frasa. Apa didesain seperti itu?

Harlan: Bukan. Karena kecendrungannya seperti itu, gue sempat mikir apa sekalian gue desain semua judulnya panjang. Tapi gue urungkan. Biar apa adanya… Pantesnya “Penembak Bayaran”, “Pertanyaan Aktor”.. ya sudah.

Aubrey: Kenapa memilih judul albumnya Penembak Bayaran, terdengar agak seram 😁

Harlan: Dari delapan lagu di album, judul lagu itu kayaknya yang paling bisa jadi judul album hehehe. Kandidat lainnya adalah Nostalgia kepada Kejadian yang Baru Ada, tapi panjang :)). Sementara gue belum kepikiran ada satu judul yang cocok dijadikan judul album jika tidak diambil dari salah satu judul lagu.

Aubrey: Btw penembak bayaran itu cerita tentang apa sih?

Harlan: Tentang pekerjaan yang dilakukan dengan batin berat.

Aubrey: Kenapa diasosiasikan dengan penembak bayaran?

Harlan: Karena pekerjaan yang ekstrem dan mudah terlihat dampak dari yang dikerjakannya. Di sisi lain, hal-hal seperti penembak bayaran juga sesuatu yang dekat emosinya sama gue karena suka ada di film. Adegan dialog atau pergulatan emosi pembunuh bayaran, atau orang yang terpaksa melakukan suatu pekerjaan karena keadaan, itu seringkali teringat sama gue. Berkesan.

Aubrey: Kenapa milih balik ke studio mas? Setelah ngerjain album sebelumnya secara minimalis.

Harlan: Setelah Fidelitas Cinta dan Bersambung, sebetulnya gue ada rekaman album instrumentalia gitar, direkam hanya pakai HP juga. Sudah dimastering. Tapi gue urung untuk rilis dulu, terutama karena gue masih terus mengganti judul-judul lagu dan nama albumnya :).

Jadi, gue sudah merasa cukup puas dengan merekam pakai HP. Saat itu. Entah besok-besok bisa saja kembali rilis album yang direkam live di kamar pakai HP, karena tabungan lagunya juga masih ada hehe.

Memilih balik ke studio karena kangen rekaman di studio. Kangen nyanyi pakai mikrofon. Kayaknya itu deh utamanya: kangen rekaman nyanyi pakai mikrofon.

Aubrey: Ahahahahahaha. Tapi apa pas ke studio udah bawa materi lengkap apa pas di studio baru kepikir bikin lagu? Kan biasanya suka tiba-tiba bikin tuh.

Harlan: Hari pertama ke studio, merekam Kehilangan yang Paling Lega. Lagu itu memang sudah gue tulis dulu di rumah. Rekaman sekitar 2 atau 3 jam. Aransemen dibikin di studio. Berikutnya kalau tidak salah, gue ke studio untuk merekam Di Mana Diri? Lagu itu juga sudah gue tulis di rumah sebelumnya. Lagu-lagu yang spontan langsung bikin di studio itu “Penembak Bayaran”, “Semakin Lama, Semakin Menerima”, dan “Ada Kemajuan Hari Ini”. Tapi liriknya kemudian gue rapikan atau ditambah, ditulis di rumah.

Aubrey: Setelah Penembak Bayaran bakal ngerjain apa lagi nih?

Harlan: Belum tau pasti juga brey, yang jelas ada-ada aja sih yang dikerjain ahaha…

Aubrey: Ahahaha sip mas semoga sukses yaaa…

Harlan: Sama-sama Aubrey.. sukses juga!

 

 

More Stories
Xlarge Tamiya
XLARGE X Tamiya