Semiotika

Semiotika: Antara Apresiasi, Koeksistensi, dan Rasa Syukur

Lewat “Eulogi”, Semiotika berbicara mengenai apresiasi, koeksistensi, dan rasa syukur.

Trio post rock asal Kota Jambi, Semiotika, merilis album kedua mereka, Eulogi, pada 31 juli 2021 di bawah label Duniawi Records.

Berisi 9 lagu, tiap lagu di album Eulogi menggambarkan menjadi manusia dengan ikhtiar, tujuan dan rehat sejenak ketika lelah. Selain itu, memanusiakan manusia juga jadi tema di dalam album ini, melalui menyayangi serta mengapresiasi diri sendiri maupun orang lain.

Riri (Bass), Gembol (Drum), dan Bibing (Gitaris) mengatakan kalau album ini dibuat sebagai bentuk apresiasi ke tiap individu yang sudah mendukung Semiotika dari awal terbentuk.

Semiotika

“Secara tidak sadar, kami lupa bahwa ada orang-orang di luar sana yang menunggu Semiotika untuk terus hidup. Album inilah yang menjadi ungkapan terima kasih kami untuk mereka,” ucap Bibing.

Ide awal pembuatan album adalah tentang kebebasan sebagai individu yang di hidup dengan esensi dan peran masing-masing.

Eulogi merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan jalan hidup dan hubungan sosial yang diwakili dua aspek sebagai jawaban: koeksistensi dan rasa syukur.

Langsung aja meluncur ke digital streaming provider ataupun youtube untuk berkenalan lebih jauh dengan Eulogi ataupun karya Semiotika lainnya.

Sebelumnya, simak single mereka, Salam, di bawah ini:

More Stories
Reality Club
Reality Club Merilis “You Let Her Go Again”