Barasuara

Ketika Barasuara “Merayakan Fana”

“Barasuara lebih tenang, lebih kalem tapi musiknya makin kencang. Secara tema lebih dalam, lebih filosofis,” kata Puti.

Kabar gembira datang dari Barasuara. Selasa (15/2) kemarin, Barasuara merilis single terbaru mereka yang berjudul “Merayakan Fana”. Ini merupakan salah satu single untuk album ketiga mereka yang rencananya rilis tahun ini.

Menurut mereka, banyak hal yang terjadi selama jeda antara album kedua dan single terbaru. Hal ini membawa ragam emosi baru dalam perjalanan bermusik mereka.

“Kami sudah semakin kenal dan hafal karakter masing-masing. Baik dari segi musik dan non musik. Sehingga, seandainya terjadi sesuatu, entah itu masalah atau proses menyatukan ide atau mencoba sesuatu yang baru, jadi lebih nyambung dan leluasa. Kami sudah lebih yakin satu sama lain,” kata TJ Kusuma.

“Kami punya pembelajaran tentang diri sendiri dan bagaimana bekerja bersama di dalam satu band. Sekarang lebih mencoba mencari solusi dibanding atensi,” tambah Marco.

Sebagai personel yang datang dengan komposisi awal “Merayakan Fana”, Gerald Situmorang mengungkapkan, bahwa lagu ini datang saat ia sedang menyendiri bermain gitar. Merasa menemukan sesuatu, Gerald langsung merekam part tersebut dan direspons oleh Iga Massardi dengan tambahan part-nya.

Aransemen yang terus berkembang membuat proses penggarapan lagu memakan waktu cukup lama. Di tengah proses tersebut, Gerald terpikir untuk memasukan elemen orkestra.

“Lagunya sendiri belum sepenuhnya jadi, tapi gue kontak Erwin Gutawa. Dia menyambut, akhirnya berlanjut. Dari awal sampai kita rekaman bagian orkestranya, perlu waktu lebih dari satu tahun,” papar Gerald.

Barasuara

Sepuluh tahun bermusik bersama membuat para personel Barasuara semakin memahami satu sama lain dalam hal merangkai komposisi. Iga mengungkapkan, bahwa ini hal bagus karena akhirnya ia bisa membagi peran dan mengurangi dominasi dalam membuat karya.

Vokalis Puti Chitara dan Asteriska melihat bahwa titik perjalanan Barasuara hari ini mencapai babak baru. Hal itu tercermin dari bagaimana proses kreatif mereka dalam membuat lagu, dan juga tema-tema yang mereka angkat.

“Barasuara lebih tenang, lebih kalem tapi musiknya makin kencang. Secara tema lebih dalam, lebih filosofis,” kata Puti.

Asteriska menambahkan, “Di era sekarang ini, aku merasa energi Barasuara lebih apa adanya, melebur, lebih membuka pikiran karena sudah belajar lebih banyak lagi soal kehidupan dan ego.”

“Merayakan Fana” saat ini sudah bisa didengarkan di seluruh layanan streaming musik. Single ini akan menjadi gambaran warna musik di album ketiga nanti. Sebuah lagu yang menjadi babak baru evolusi Barasuara.

“Semoga ini jadi sesuatu yang segar untuk bandnya dulu. Kemudian, semoga pendengar bisa ikut tertarik dan terus mendengarkan karya-karya kami,” tutup Gerald.

More Stories
Harlan Boer
Ngobrol Kiri Kanan Bersama Harlan Boer